Melani menatap pesawat yang sedang mengudara dengan tatapan hampa, separuh jiwa Meilani seolah pergi, Meilani melambaikan tangannya ke udara seolah dia sedang melambaikan tangan pada suaminya. Mati-matian dia tidak menangis, karena di sana banyak sekali Ibu Persit yang lainnya. Rasanya kepergian Devano benar-benar membuat hatinya hancur.Tak lama, ada yang menepuk pundak Meilani, hingga Meilani menghapus sudut matanya yang berair, ternyata dia adalah Elsa istri dari senior Devano. “ Bu” panggil Melani, wanita itu berusaha tersenyum. Elsa langsung memeluk Meilani. “Tidak apa-apa, doakan saja semua pasti akan baik-baik saja," ucap Elsa. Ketika ada yang memeluknya, tiba-tiba tangis Melani pecah dia bener-bener menangis sejadi-jadinya ia lupa bahwa di sana masih ada banyak orang, nelaian

