Meilani terus memeluk jaket Devano, sedari tadi, dia tidak berhenti menangis, membuat Adrian menggeleng, karena ia tidak bisa menghentikan keponakannya. Ya, setelah Devano pergi Adrian menjemput Melani di rumah dinas Devano. “Mei kau ingin membeli sesuatu?” Tanya Adria. “Tidak, aku hanya mau suamiku.” lagi-lagi Adrian menggeleng sedari tadi dia bertanya, hanya itu jawaban Meilani. “Kenapa kau harus menikah dengan Abdi negara Jika kau tidak mau ditinggalkan tugas.” “ Om ini bisa diam tidak!” teriak Meilani yang kesal dengan ucapan Adrian, sedangkan Adrian mengangkat bahunya acuh, beruntung sekarang perasaan Adrian pada Melani sudah hilang karena ia sudah mempunyai kekasih yang baru. Akhirnya, Melani pun sampai di kediaman orang tuanya, tanpa basa-basi Ia pun langsung turun sambil be

