Melani masuk ke dalam kamar, ia terdiam di ranjang. Tatapan matanya lurus ke depan, belum hilang rasa aneh yang dirasakan Melani karena Devano tidak pulang 5 hari. Sekarang Meilani kembali merasa aneh dengan hatinya, karena melihat Nakesya dan Devano. Seharusnya, dia tidak begini, seharusnya dia tidak boleh merasakan perasaan seperti ini Dia sendiri yang menyetujui jika Devano kembali pada Nakeysa, dia sendiri yang menyetujui bahwa pernikahan ini hanya sebatas status saja. Lalu kenapa dia sekarang merasa aneh dengan hatinya. Meilani menggelengkan kepalanya. “Tidak, aku tidak boleh begini, semua harus dalam rencana. pernikahan kami hanya sebagai status." Akhirnya Meilani menyadarkan dirinya sendiri, bahwa ia tidak boleh seperti ini, ia berusaha mengembangkan senyumnya lalu menkipas-kip

