SENYUMAN yang terlukis di wajahnya terus terjadi seiring langkah kakinya melaju. Ia mendongak, membelokkan pandangan ke samping, memusatkan perhatiannya pada seorang yang sungguh berjasa bagi hidupnya. Orang yang melahirkan dengan susah payah, sekaligus orang yang merawatnya sejak kecil. Ia kembali tersenyum hangat hingga si ibu menundukkan wajahnya, sadar akan ekspresi anaknya yang sangat bahagia. Ibu tersebut ikutan mematri senyuman. "Kenapa? Kok kamu kayak lagi seneng banget," tanya si ibu sembari menggandeng tangan anaknya yang sudah menginjak bangku SMP. Dua orang tersebut sedang berjalan keluar dari dalam pusat perbelanjaan cukup besar di kotanya. Anak tersebut masih saja tersenyum. Yang ia rasakan sekarang sangatlah menyenangkan, hatinya sejuk, perasaannya sungguh terasa hangat.

