"AKHIR-AKHIR ini gue perhatiin lo kok sering habisin waktu sama kita? tuh cewek emang ke mana?" tanya Juno sewaktu mengunyah permen karet, memandangi Vean di sampingnya yang tengah membaca buku tebal entah apa. Vean melirik, hanya dua detik sebelum perhatiannya terpusat pada buku tebal dihadapannya lagi. "perasaan lo aja kali." "Nggak mungkin lah, hampir sebulan lho elo sering main sama kita, lo juga jarang tuh bahas-bahas dia dan t***k bengeknya," timpal Erlan, mendahului Juno yang akan merespons. Juno siap memarahi Erlan karena telah menyela, namun ia urung melakukannya setelah mendengar kalimat yang Erlan katakan. Juno kemudian mengangguk setuju. "Nah kan, Erlan juga ngerasa. Tapi nggak usah pikirin lagi deh, gue seneng lo sering sama kita." Juno merangkul Vean, menggoyangkan bahu

