Di dalam kamar kakek, Fasya menunduk sambil mengaduk bubur di tangannya dengan lemas. Sudah 10 menit ia berusaha membujuk kakek untuk makan. Sejak dari pagi pria itu belum memasukkan makanan ke dalam perutnya. Hal itu membuat Fasya dibuat bingung harus melakukan apa lagi. Fasya tahu jika kakek marah padanya. Sejak bangun tadi pagi, belum ada kalimat sapaan penuh kasih sayang seperti biasanya. Fasya yang memilih untuk absen demi menjaga kakek mulai dibuat takut. Dia masih tidak tahu harus berbuat apa untuk mengembalikan keadaan seperti semula. Jika saja Fasya memiliki kekuatan super tentu dia akan memanfaatkannya. Dia akan membuat kakek melupakan kejadian semalam yang membuatnya marah. Tidak! Fasya lebih memilih memutar waktu untuk menolak perjodohan ini sejak awal. "Kakek, makan dulu y

