Di ruang kerjanya, Adnan meremas ponselnya dengan kesal. Dia baru saja selesai mendapat telepon dari Om Adit. Pria itu membicarakan pernikahan Denis dan memintanya untuk ikut serta dalam pengukuran baju seragam. Terpaksa Om Adit yang memberitahunya langsung karena Adnan selalu menolak panggilan dari Om Bayu. Rasa kesalnya pada Denis karena mempengaruhi kakek belum hilang hingga saat ini. Lalu sekarang pria itu kembali berulah dengan rencana pernikahannya yang dipercepat. Mungkin semua orang berpikir jika ini adalah niat yang baik, tetapi sayangnya Adnan tidak sebodoh itu. Dia tahu jika Denis hanya mengejar harta kakek. Dengan menikah, maka kakek akan memberikan hadiah yang cukup besar. Bukan iri yang Adnan rasakan. Dia hanya tidak suka jika perjuangan keluarganya dinikmati oleh manusia-m

