Rencana Busuk

1245 Kata

Di halaman belakang, Denis melihat Niko yang tengah bersantai sambil memainkan ponsel. Sesekali pria itu tertawa keras seolah tidak peduli jika ia dianggap gila. Dengan mantap, Denis mulai berjalan menghampiri Niko. Dia harus memastikan sesuatu sebelum mengambil langkah. "Ko," sapa Denis duduk di sampingnya. "Ada apa, Mas?" Denis menggeleng, "Gue denger lo magang di kantor Adnan." "Oh, iya. Baru mulai kemarin." "Kenapa nggak magang di kantor gue?" Niko menggaruk lehernya bingung, "Kalau bukan karena kakek sebenarnya gue mau magang di tempat lain, yang nggak ada hubungannya sama keluarga." "Kakek?" tanya Denis bingung. Sepertinya apa yang ia duga sebelumnya memang benar. "Iya, aku disuruh awasi Mas Adnan sama Fasya," bisik Niko hati-hati. Tidak ada rasa curiga dari diri Niko.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN