Fasya menatap wajahnya yang basah dari pantulan cermin. Dia terdiam mengamati penampilannya yang sedikit berubah. Dia sadar jika wajahnya tidak sebahagia dulu. Tidak ada lagi senyum lepas yang ia keluarkan. Perubahan itu ia sadari terjadi setelah pernikahannya dengan Adnan. Pernikahan yang menurutnya sangat konyol dan memuakkan. Jika bukan karena untuk orang yang ia sayangi, Fasya akan dengan senang hati melarikan diri. Meskipun dia bertingkah konyol dan menyebalkan di depan Adnan, jauh di dalam hatinya dia menyimpan kesedihan yang luar biasa. Sudah lama tak merasakan kasih sayang dari seorang ayah membuat Fasya berangan-angan memiliki seseorang pria yang juga akan menyayanginya dengan tulus. Namun harapannya pupus saat Adnan yang ditunjuk kakeknya untuk menjadi suaminya. Pria asing yang

