Sesampainya di kantor, ruang kerja bukanlah tujuan Adnan. Entah apa yang membawa kakinya menuju lantai di mana Fasya bekerja. Tidak ada yang ia pikirkan saat ini selain melihat gadis itu. Meskipun kesal, tetapi Fasya masih tanggung jawabnya. Keberadaan Adnan sedikit membuat karyawan yang juga baru datang terkejut. Tidak biasanya bos besar langsung turun tangan menemui para karyawan. Apa sesuatu terjadi? Saat akan memasuki ruangan di mana departemen Fasya bekerja, Adnan berhenti sejenak. Dia bisa mendengar suara riuh dari dalam sana. Tanpa mengetuk pintu dia langsung masuk dan membuat ruangan itu seketika hening. "Pak Adnan?" sapa Hanum yang baru saja datang. Semua karyawan langsung berdiri dengan sopan, tetapi tidak dengan Fasya. Gadis itu masih menatap Adnan datar. Dia sudah bahagia

