Berdamai Itu Indah

1335 Kata

Kabar tersebar begitu cepat. Hanya karena kejadian beberapa menit tetapi efek yang ditimbulkan benar-benar luar biasa. Meskipun tidak terlihat jelas, tetapi Fasya bisa merasakannya. Setelah apa yang dilakukan Adnan tadi pagi tak lama telinganya mulai terasa panas. Fasya yakin jika banyak orang yang tengah membicarakannya saat ini. "Lo nggak apa-apa?" bisik Dinar khawatir. Fasya menggeleng sambil tetap fokus mengetik, "Gue mau muntah rasanya." Sejak Adnan pergi, konsisi ruangan mereka benar-benar riuh dan heboh. Namun itu tidak berselang lama saat Kinan tiba-tiba berteriak dan meminta semuanya untuk diam. Mau tidak mau semua orang kembali duduk ke meja masing-masing sebelum Kinan kembali marah. Fasya tahu apa yang wanita itu rasakan. Lagi-lagi dia tidak punya nyali untuk membahas masalah

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN