Sambil menggosok rambut basahnya dengan handuk, Adnan duduk di ujung kasur. Dia membuka ponselnya dan menghela napas kasar saat tidak melihat ada satu pun notifikasi dari Kinan. Baiklah, sebagai seorang pria seharusnya Adnan yang memberi kabar, tetapi tak ada salahnya bukan jika wanita yang lebih dulu menghubungi? Adnan tak ingin pikir panjang. Dia sudah tahu bagaimana sifat Kinan yang jauh dari kata romantis. Ia akui jika dirinya sendiri juga bukan pria yang romantis. Namun Kinan berbeda, dia tidak seperti wanita pada umumnya yang bersikap manja dan selalu ingin diperhatikan. Sebenarnya itu juga yang membuat Adnan tertarik. Dia tidak suka direpotkan, tetapi ada saatnya dia ingin memiliki seseorang yang bergantung padanya. Suara dering ponsel membuat Adnan mengalihkan pandangannya. Dia

