Tertampar Kenyataan

1477 Kata

Di dalam ruang kerjanya, Adnan mencoba untuk fokus pada pekerjaannya. Dia membaca berkas di tangannya dengan serius, berusaha untuk memahami isinya. Namun kali ini Adnan benar-benar tidak fokus. Sudah 30 menit berlalu tetapi dia tetap membaca berkas yang sama. Dia terus membaca ulang isi laporan itu karena takut jika akan terjadi kesalahan. Adnan memilih untuk menyerah. Dia menghela napas kasar dan mulai merenggangkan dasinya. Ruangan yang dingin itu mendadak terasa sesak dan membuatnya mulai berkeringat. Adnan meraih ponselnya dan kembali membaca pesan singkat yang dikirim Niko 30 menit yang lalu. Sebuah foto yang membuat hati Adnan merasa kesal dan dongkol. Di dalam foto itu, terlihat Fasya dan Saka yang tertawa bersama. Sebuah potret bahagia yang justru membuatnya muak. "Lagi saki

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN