Bab 178

851 Kata

Di tepi kolam renang bernuansa resor yang luas, lampu-lampu taman berpendar hangat memantul di atas permukaan air yang tenang. Suara gelak tawa para orang tua, Gavin, Vero, Reno, Pak Kades, dan Pak Erna, terdengar samar-samar dari ruang tengah yang berjarak beberapa meter dari sana. Lian duduk santai di kursi jemur berpelitur kayu, kedua kakinya yang jenjang diayun-ayunkan pelan. Di sampingnya, Ratih dan Danu duduk di sofa empuk luar ruangan seraya menikmati es buah dingin. "Mas Danu, Mbak Ratih... jujur ya, aku tuh sampai sekarang masih merinding kalau denger cerita malam itu," cetus Lian tiba-tiba, matanya berbinar-binar menatap Danu tanpa kedip. Ratih tertawa kecil sambil menyeruput es buahnya. "Halah, Mbak Lian... Wong Mas Danu pas malam itu yo sempat ngira cuma jala ikan kok. Unt

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN