"Bi Minah! Ini iga penyet sambal terasinya kok cuma ada tiga potong sih?! Tolong minta Mbak Astri gorengkan empat potong lagi sama buatkan jus alpukat kental pakai s**u coklat ekstra!" teriak Vero dari meja makan ruang keluarga, tangannya sibuk memegang sendok dan garpu dengan napas yang sedikit tersengal. Bi Minah keluar dari arah dapur dengan wajah cemas, memandangi tumpukan piring kotor di meja makan. "Ya Allah, Nyonya ... ini kan baru jam dua siang! Tadi jam satu Nyonya baru saja menghabiskan dua porsi mi ayam bakso sama tiga biji pempek kapal selam! Nanti perut Nyonya begah loh!" "Biarin, Bi! Pokoknya ambilkan iga penyetnya sekarang!" balas Vero cepat, matanya melotot menatap layar ponselnya yang mati dan sepi tanpa notifikasi baru. "Kalau mulutku berhenti ngunyah sebentar aja, otak

