STORY 28 - Challenge *** Area Pub Aroma wine perlahan menguar, memenuhi seluruh ruang bercampur dengan beberapa asap rokok mengepul. Musik masih berdentum, hentakan kaki pada lantai dansa semakin ramai. Tidak ada satupun diantara kedua laki-laki itu berniat untuk pergi. Dalam jarak yang tidak begitu jauh, mereka saling melempar pandang. Kedua manik beradu, diiringi seringai tipis. Baik Drake ataupun Moran, tak ada yang takut atau berpikir untuk mengelak lebih dulu. Mereka tetap tersenyum tenang, bahkan Drake yang menjadi incaran Moran sejak awal hanya mendengus tipis. Begitu wine pesanannya datang, dia menegak gelas tipis itu pelan. “Well, saya tidak mengira akan bertemu Komandan terbaik seperti anda di sini,” tukas Drake sarkas. “Apa anda berniat menyewa peremuan atau sekedar me

