Chloe berusaha keras agar mulutnya tidak terbuka lebar, ini bukan pertama kali ia melihat rumah mewah. Akan tetapi, ini pertama kali Chloe menginjakkan kakinya di rumah mewah. Anggap saja ia hanya melihat melalui televisi, Chloe rasa rumah ini dua kali lipat lebih besar dari yang ia bayangkan. Tidak heran lagi bila melihat dari penampilan kedua orang yang membawanya itu, bahkan hanya dengan sekali lihat, Chloe dapat menebak benda-benda yang menempel di tubuh kedua orang itu memiliki harga fantastis. Ia menggeleng beberapa kali, mencoba menghilangkan sikap memalukannya. Emma menoleh saat dirasa Chloe tidak mengikuti, dia tersenyum tipis melihat Chloe yang tengah melamun. “Chloe, kemarilah. Ayo, kita masuk.” Emma terkekeh saat Chloe tersadar, perempuan itu bergegas menghampiri. ~~ “Mul

