Kehadiran Emma pagi ini di paviliun membuat Chloe bertanya-tanya, setelah tiga hari tidak kelihatan kini wanita itu mendatanginya pagi-pagi buta. Untung saja dirinya bangun lebih awal, sehingga Emma tidak perlu menunggu. Asap masih mengepul dari dua cangkir teh yang Chloe sajikan dua menit yang lalu, tak ada suara yang keluar meskipun Emma sudah berada di sini selama kurang lebih dua puluh menit. "Chloe, bisakah kau membantuku?" Chloe mengernyit, ia tidak berniat menyela pembicaraan. Emma menghela napas berat, lingkaran hitam di bawah mata dengan wajah yang pucat, membuat Chloe meyakini ada yang tidak beres. Wanita itu melanjutkan, "Aku akan pergi. Tidak tahu berapa lama, banyak sekali..." Napas Emma memberat, dia menunduk. ".. banyak sekali hal yang bergelut dalam kepalaku. Untuk s

