Dengan susah payah, anak lelaki yang basah kuyup itu akhirnya sampai di mulut Sadest. Ia berhasil keluar dari kelamnya Forestan dan melewati pinus-pinus yang menangis di Sadest, kembali menuju Menara Putih dengan misi yang terselesaikan dengan baik. Anak lelaki yang memakai jubah hitam itu, menyeret kakinya yang basah. Ia berjalan begitu tertatih. Sampai akhirnya, di tengah salju yang turun mengenai tubuhnya, anak lelaki itu mulai merasakan sesuatu. Tubuhnya yang basah itu menggigil kedinginan. Kepalanya terasa berputar. “Sedikit lagi, Halum. Sedikit lagi sampai.” Ia mencoba menguatkan dirinya berkali-kali. Anak lelaki itu sudah melakukan hal yang benar malam ini. Menara Putih yang menjulang tinggi, sudah tertangkap matanya. Hanya beberapa jarak lagi, ia akan sampai di sana. Di gerbang

