MTM (40) : Bakso dan Kenangan

1646 Kata

Reyhan menepati janjinya untuk membawa Rere ke rumah sakit. Sebenarnya Rere tidak mau. Tapi Reyhan terus memaksakannya. Padahal luka di wajahnya hampir sembuh. Tapi Reyhan tetap ngotot untuk ke rumah sakit. "Bagaimana luka lebamnya, dok?" tanya Reyhan setelah dokter selesai memeriksa Rere. "Lukanya tidak terlalu parah, tapi saya akan memberikan salep,"ucap Dokter sembari menulis sesuatu. "Ini resep salepnya. Silahkan tebus di apotik terdekat." "Iya. Terimakasih Dokter," ucap Reyhan menerima kertas salep tersebut. Kemudian ia berjalan keluar ruangan bersama. "Kan aku bilang gak pa-pa," ucap Rere setelah keluar ruangan. "Ya kenapa-napa atau gak pa-pa kan emang harus di cek, Re. Mana tahu ada penggumpalan darah, gimana?" ucap Reyhan. "Ih, amit-amit," ucap Rere. Reyhan pun hanya dia

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN