MTM (27) : Hadiah Pernikahan

1632 Kata

Reyhan menepati janjinya untuk menurunkan Rere di sebelah Cafe. Gadis itu turun dan membiarkan mobil Reyhan berjalan lebih dulu. Di luar dugaan, ternyata di luar sedang gerimis. Membuat Rere sedikit menepi di teras Cafe. "Duh ujan lagi," gumamnya. Ia melirik jam tangan di pergelangan tangannya. "Bentar lagi kelas di mulai. Mau gak mau, gue harus jalan. Biar cepat sampai kelas." Gadis itu segera berjalan. Dengan modul yang ia taruh di atas kepalanya. Agar air hujan tidak membasahi kepalanya. Jaraknya memang tidak jauh, hanya sekitar 500 meter. Tapi tetap saja, Rere yang jarang jalan kaki membuat kakinya sakit. Tin.... tin.... tin.... Sebuah mobil pajero sport terbaru berhenti. Membuat Rere mengerutkan keningnya bingung. Karena ia tidak tahu siapa di dalam mobil tersebut. Seseorang ke

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN