MTM (59) : Selsai

1896 Kata

Reyhan tersenyum menatap Rere. Perempuan yang sangat ia cintai. Sementara Rere masih syok dengan kedatangan Reyhan. Membuatnya hanya diam dan menatap Reyhan. "Bunda.... " suara rengekan Vania memecah keheningan. Kedua orang dewasa di depan Vania kompak menatap Vania. Reyhan berjongkok, menyeimbangkan tinggi tubuhnya dengan Vania. "Halo gadis manis, nama kamu siapa?" ucap Reyhan mengusap lembut kepala Vania. Reyhan terpesona, Vania kecil begitu cantik. Kedua mata yang sangat Indah, seperti mata Rere. Bahkan wajah Vania perpaduan wajahnya dengan wajah Rere. "Vania, Om siapa?" jawab Vania dengan polosnya. "Vania, Vania masuk dulu ya," ucap Rere. Ia segera membuka kan pintu untuk Vania. Vania hanya menurut, dan masuk kedalam apartemen. "Re, aku ingin ketemu sama anak kita," ucap

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN