Pasangan kekasih itu baru saja sampai di depan rumah Kiran, begitu mesin motor Karan telah mati baru lah mereka berdua mendengar dengan jelas suara ah lebih tepatnya teriakan-teriakan yang berasal dari dalam rumah Kiran. Rahang Karan mengeras begitu mendengar pertengkaran diantara kedua orang tua kekasihnya, dia tidak percaya harus mendengar hal seperti ini lagi. Dirinya seketika menggenggam erat tangan Kiran untuk menyalurkan kekuatan, Kiran yang merasakan tangannya di genggam hangat oleh Karan melirik cowok itu dengan tatapan sulit diartikan. “Makasih Ka udah nganterin aku, sampai di sini aja anterinnya.” Karan mendelik tidak suka mendengar perkataan Kiran, dirinya tidak ingin Kiran melewati masalahnya sendiri terlebih sudah ada dirinya. Ia ingin menebus semua kesalahannya yang dulu,
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


