Saat ini Minjoo tengah merias wajahnya di meja rias. Minjoo tampak tersenyum puas melihat pantulan dirinya di kaca. Minjoo hanya mengoleskan bedak dan lip cream berwarna nude. Riasannya memang tampak sederhana, tetapi orang-orang akan terkesan jika melihatnya. “Sebentar lagi,” gumam Minjoo sambil melirik ke arah jam digitalnya yang menunjukkan waktu setengah empat sore. Tadi Hyunsoo mengirimkan pesan padanya, katanya dia akan menjemputnya jam empat sore setelah pekerjaan Hyunsoo selesai. 5 menit, 30 menit, 1 jam, 2 jam, 3 jam, Minjoo menghela napasnya kasar. Waktu sudah menunjukkan pukul tujuh malam, tetapi Hyunsoo belum juga tiba menjemputnya. “Mungkin Hyunsoo Oppa masih ada pekerjaan di rumah sakit.” Kata-kata itulah yang terus meyakinkannya untuk menunggu Hyunsoo datang menj

