Sean menghampiri Yeri, Hyena, dan beberapa maid di mansion keluarganya yang tengah menunggu di depan ruang IGD “Oppa hiks.. hiks..” Yeri langsung memeluk tubuh kakaknya. “Bagaimana keadaan Eomma, Yer?” tanya Sean. Napasnya tersengal, karena berlari dari parkiran menuju ruang IGD yang jaraknya lumayan cukup jauh. “Tidak tahu hiks.. hiks.. dokter masih belum keluar,” balas Yeri yang masih terisak dalam pelukan kakaknya. Sean mengusap punggung adiknya yang bergetar, karena menangis. “Eomma hiks.. hiks..” Yeri sangat ketakutan, ia takut terjadi sesuatu dengan ibunya. “Tidak akan terjadi sesuatu yang buruk dengan Eomma, Yer. Percaya dengan Oppa,” ucap Sean mencoba menguatkan adiknya. Sementara itu Hyena masih diam terpaku. Ia masih syok dengan apa yang terjadi. Tak lama kemudian Mino, Y

