Part 77

1046 Kata

Tubuh Jeong Guk menghilang dalam hempasan gelombang. Rubah kecil mondar-mandir kebingungan. Dia merasa bersalah. Lama rubah itu menunggu, tapi Jeong Guk tak kunjung muncul ke permukaan. Dia pun semakin cemas. Sementara itu, Jeong Guk terus berenang, mencoba menemukan jejak Se Hwa yang mungkin saja sudah menjadi tulang-belulang. Dia berenang ke sana kemari, sampai kemudian matanya menangkap gelembung cahaya. Jeong Guk tergugu beberapa saat, lalu berenang mendekat. "Se Hwa ...," ucapnya dalam hati. Mayat wanita itu terselubung cahaya perak. Jeong Guk melempar pandangan ke sekitar, tapi tak menemukan siapa pun. Namun, kendati demikian, dia tahu siapa yang melindungi mayat wanita itu dari kerusakan. Segera Jeong Guk melesat kepermukaan bersama mayat wanitanya. Rubah kecil melihatnya. Dia

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN