Mansion Valtore berdiri megah di tengah hamparan tanah yang luas, dikelilingi pepohonan rindang dan taman yang dirawat dengan sempurna. Ruang tamu mansion itu dipenuhi dengan nuansa klasik, dihiasi lampu gantung kristal yang menggantung rendah di tengah ruangan. Aroma teh herbal yang hangat memenuhi udara, memberikan kesan nyaman. Di salah satu sudut ruangan, Jordan dan Liana duduk berhadapan di atas sofa empuk, ditemani poci teh porselen antik yang masih mengepul. Meski suasana di sekitar mereka tenang, raut wajah Jordan menyiratkan sesuatu yang mengganjal. Tangannya yang memegang cangkir teh gemetar sedikit, menandakan pikirannya tengah diliputi kekhawatiran. "Apa yang mengganggu pikiranmu?" tanya Liana lembut, matanya penuh perhatian. Ia meletakkan cangkir tehnya di atas meja kecil da

