*Happy Reading* "Don't like me. You will definitely get hurt." Eh? Apa aku baru saja ditolak? Satu detik Dua detik Tiga detik, dan .... "Ekhem!" Aku berdehem refleks demi menghilangkan hening yang tiba-tiba menyapa. "Reyn, kamu baik-baik saja di sana?" "Maksudnya?" Reyn bertanya balik. "Ya ... gitu, kamu tadi lagi ngomong sama siapa?" "Tentu saja kamu, Devia. Siapa lagi? Bukankah kita sedang bertelepon?" Reyn bertanya setelah beberapa saat terdiam. "Aku?!" Pura-pura terkesiap. "Wah, kalau gitu fix. Di sini bukan cuma aku yang tidak fokus, tapi kamu juga!" "Maksudnya?" Reyn bertanya cepat. "Ya, gitu. Kamu lagi gak fokus juga, ya? Soalnya omongan kamu gak nyambung." Tidak ada jawaban dari seberang sana. Hanya hening saja. Sepertinya, Reyn sedang berpikir dan mencerna ucapanku

