*Happy Reading* "Bisakah kamu ketuk pintu?" Reyn terdengar datar menyahuti si Nurbaeti di sana. "Ngapain? Pintunya udah kebuka ini. Lo juga ... ck! Iya-iya." Hening sesaat, lalu .... Tok ... tok ... tok .... "Tuh, udah. Jan delik kek gitu lagi. Kayak lo kurang serem aja." Astaga! Aku bisa membayangkan bagaimana menyebalkannya Nurbaeti di sana. Memang anak Mak Kanjeng dia tuh. Asli! Tak perlu diragukan lagi. Namun, aku sebenarnya lumayan salut sih sama Nurbaeti. Karena meski Reyn ini seram dan kadang galak. Nurbaeti bisa berinteraksi sesantai itu pada pria kutub tersebut. "Ada apa?" Reyn terdengar datar menanggapi Nurbaeti. "Kok ada apa? Lo b***k apa kek mana? Pan tadi udah gue bilang. Lo udah ditungguin di bawah. Buruan!" "I see. Pergilah. Aku akan menyusul." Aku memilih meny

