Part 41

1149 Kata

*Happy Reading* Intan ngakak guling-guling saat aku ceritakan perihal kesalahpahaman antara si BO dan PO. Dia sampai memegangi perutnya dan menggebuk-gebuk paha si Nurbaeti demi menambah kelebayannya. "Ih, kalian mah resek. Tega banget ngetawain gue." Nyonya Ammar ceritanya merajuk, gaes! Melipat tangan dibawah d**a dengan kesal, seraya memajukan bibirnya maju beberapa senti disertai pipi yang menggembung. Alih-alih takut, aku malah gemes liat pipi si bumil. Rasanya pengen banget aku comot! Terus cocol saos. Enak kali, ya? "Ya lagi lo ada-ada aja. Bisa-bisanya keliru bedain antara open PO dan BO. Parah banget!" Intan menyahut disela kekehannya yang belum sepenuhnya reda. "Ya namanya juga gak tahu. Lagian, cuma beda hurup depan doang aja, kok!" "Iya, sih. Beda huruf depannya doang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN