*Happy Reading* Malam harinya, tahu aku tidak membawa kendaraan ke rumah Bella. Tita akhirnya memaksa aku untuk ikut pulang bersamanya. Mungkin lebih tepatnya, diantar oleh sopir keluarganya. Aku sudah berusaha menolak. Karena hal itu bisa diatasi dengan kendaraan online masa kini, ya kan? Sayangnya, aku lupa kalau sekarang ada Bella di kubu Tita. Dengan pintarnya bocah itu mencarikan 1000 alasan agar aku bersedia meluluhkan permintaan Tita. Dari mulai yang logis, sampai yang tidak logis dengan membawa-bawa mitos soal mbak kun-kun. Pokoknya, udah kacau aja kalau sudah berhubungan dengan Bella. Anak itu terlalu cerdik aku kibulin. Belum lagi emak bapaknya yang juga pro akan hubunganku dengan Pak Vino. Tentu saja, mereka malah mendukung 100% kelakuan si anak tuyul itu. "Dahlah, Nur. T

