*Happy Reading* "Ja-jadi ... papa membohongi kami selama ini?" Inginnya, aku bilang 'jadi papa menghianati mama'. Untungnya aku ingat jika mereka tidak menikah selama bersama. Jadi, aku rasa itu tidak bisa disebut penghianatan, kan? Papa menghela napas panjang lagi dengan berat. Sepertinya, hal ini juga tidak mudah untuknya. Tentu saja, posisinya saat itu memang tidak mudah. "Papa tahu, papa egois, Nur. Tapi, Papa juga ingin bahagia. Bukan, papa bukannya tidak bahagia hidup sama kamu dan Diana. Papa bahagia memiliki kalian. Sungguh! Tetapi ...." Papa menghela napas panjang lagi. Seakan dengah helaan itu, sedikit bebannya bisa berkurang. "Tetapi Papa tidak pernah mencintai Mama, iya kan?" Aku hanya ingin membantu Papa menjelaskan. Papa ternyata mengangguk, membenarkan ucapanku baru

