*Happy Reading* Gengs, kayaknya aku kena karmanya Intan, deh! Dulu, kalau tidak salah aku pernah menertawakan Intan saat dia cerita dijebak Bella, hingga akhirnya mau menikah dengan Pak Dika. Nah, sekarang aku merasakan hal yang sama. Bedanya, kalau dulu Intan dijebak Bella untuk menjadi Mama barunya. Kalau aku merasa dijebak Pak Aksa untuk menjadi Mama baru anak-anaknya. Sama-sama untuk Mama baru, sih. Cuma oknumnya berbeda. Duh, Gusti ... jangan iseng, dong! "Minum dulu, Nur." Intan menyodorkan sebuah minuman kaleng dingin, seraya duduk di sampingku yang masih setia menunggu pintu besar di hadapanku terbuka. Pintu besar bertuliskan 'Ruang Operasi'. Di mana Pak Aksa sedang mendapat tindakan medis. Aku sangat berharap dia bisa bertahan. "Bir bintang gak ada, Tan? Gue butuh dopin

