"Bu ...!" Nova terpekik. Terlihat dia menangis saat mendekati ibunya yang nyaris pingsan. Syukurlah dia masih sadar walau tubuh tambunnya sudah hampir jatuh ke lantai. Kalau pingsan dan nggak bangun-bangun, entar gimana? Siapa yang disalahkan? Aku atau ... Zaki si biang kerok ini? Aku menatap tajam ke arah Zaki yang mendadak bengong. Sungguh, aku tak pernah menyangka kedatangannya bakal membuat keadaan jadi seheboh ini. "Zak! Salah gue apa, sih sama elu? Kenapa elu jadi ngaco begini, ha?!" Suara Mas Hamid akhirnya terdengar meninggi juga. Zaki tak menjawab. Sementara Bu Ida terlihat sibuk memberi minum besannya yang berada dalam pangkuan Pak Danu. Di lain sisi, Nova gerak cepat mengangkat Meisha dari ayunan. Bayi gembul yang awalnya menjadi pencetus atas segala perkara, menangis karena

