Belum sempat Angela menjawab, sudah terlihat Tirta mendekati mereka berdua dengan nafas terengah-engah dan keringat membanjiri wajah tampannya. “Maaf Tuan, saya sudah mencari sampai perbatasan tapi tidak ada jejaknya,” Ucapan anak buahnya semakin membuat emosinya memuncak, “Kamu bisa kerja gak? Keyra hanya wanita biasa tapi kenapa kalian bisa lengah? Saya tidak mau tau, segera cari sampai dapat!” Angela juga geram mendengar penjelasan anak buah menantunya, tapi semua itu teralihkan ketika ponsel yang berada di tas mewahnya berdering, terlihat jelas nama seseorang yang sejak tadi menantikannya. Panggilan sengaja dibiarkan, hingga akhirnya terhenti dengan sendirinya. Kini, pria itu mengirimkan sebuah pesan “Berani sekali mengabaikan aku! Jangan sampai kesabaranku ini habis, aku beri wak

