Keesokan harinya, Andrew mendapat kabar dari kepolisian dan diminta untuk datang ke kantor. Merasa jika nantinya Sandra akan segera ketemu, membuatnya bergegas menuju kantor polisi dengan kecepatan sedang dan mengabaikan sarapan yang sudah tersaji di meja. Perutnya sama sekali tidak lapar bahkan melihat makanan saja tidak membuatnya berselera. Pikirannya kini fokus pada dua hal, kebakaran kantor serta penculikan istrinya yang terjadi secara bersamaan. Tiba di kantor polisi, Andrew sudah disambut dengan dua polisi. “Selamat pagi, saya tidak menyangka anda datang secepat ini,” sapa polisi bernama Bambang. “Selamat pagi, jika mengenai kabar istri saya tentu saja akan segera datang. Ada kabar apa?” tanya Andrew sudah tidak sabar. “Mengenai plat nomor yang menjadi bukti laporan, kami su

