Di apartemen, Keyra tengah membaringkan tubuhnya di kasur empuk sembari tersenyum puas. Bayangan akan pertengkaran yang tengah terjadi di rumah tangga Andrew sangat membuatnya antusias untuk mengetahui lebih lanjut. Keyra segera mengambil ponsel yang berada di dalam tas untuk menghubungi Andrew. Hingga dua kali memanggil, tidak juga dijawab dan itu membuatnya cukup kesal tapi segera ditepis dengan pemikiran, bisa saja di sana mereka belum selesai bertengkar. “Ternyata mudah sekali membuat sebuah rumah tangga bertengkar,” gumamnya bangga. Tidak berselang lama dirinya tertidur dengan pulas karena merasa sangat capek, apalagi di luar sana cuaca sangat panas. Pukul tujuh malam, Keyra baru terbangun dan bergegas mandi. Setelah itu, barulah kembali menghubungi Andrew. Kebetulan, Sandra te

