“Dimana suamiku? Jangan libatkan dia!” tanya Angela berusaha mengendalikan rasa takutnya. “Apakah harus seperti ini dulu supaya mau bertemu?” sindir pria itu tersenyum smirk. “Aku tidak suka berbasa-basi, mana suamiku?” pekik Angela tidak sabar. “Carilah sampai ketemu,” jawab pria itu yang membuat Angela sangat geram. “Maksudmu apa!” pekiknya tidak bisa menahan amarah. “Mari bersenang-senang dulu sebelum nantinya aku pertemukan dengan suamimu yang penyakitan itu.” Ajak pria itu menghampiri Angela dan memeluknya dari belakang. “Lepaskan tangan kotormu!” bentak Angela tidak suka. Dalam sekali gerakan, posisi mereka kini saling berhadapan, deru nafas mereka saling beradu. Angela memalingkan muka namun tidak bisa menepis cengkraman kuat yang ada di tangannya. “Lepaskan aku! Tolong, a

