Kamalea memutuskan untuk datang setengah jam lebih awal dari waktu yang sudah ditentukan. Sengaja memilih duduk di bangku paling ujung sebuah kafe, agar keberadaannya tersamarkan. Dan dari sini juga ia bisa leluasa melihat ke arah pintu masuk. Dengan begitu, jika laki-laki bernama Riko itu datang, maka ia akan segera mengenalinya. Dari situ Kamalea akan memutuskan untuk melanjutkan atau menghentikan saja rencana perjodohan ini. Jujur saja, Kamalea tidak akan munafik jika ia ingin mengetahui seperti apa fisik seorang Riko. Dia memang sudah melihat foto laki-laki itu, tetapi hanya dari samping dan itu tidak terlalu jelas. Dan hari ini, katanya Riko akan mengenakan kemeja kotak dipadu dengan celana panjang cokelat. Sejak tadi mata Kamalea awas memperhatikan satu persatu laki-laki yang mas

