Di sebuah ruang praktek psikolog, Jahn dan Amanda tengah mencurahkan isi hati. Amanda sejak tadi matanya berkaca-kaca dan air mata malah mulai mengalir. Jahn sendiri nampak tegar dan bisa mengontrol emosi. Diskusi panjang baru saja berakhir setelah jam panjang dirinya dan Amanda mencurahkan segala isi hati berakhir. Dan efek berupa kegalauan itulah yang terjadi. Kegalauan yang kemudian menghasilkan kesedihan, keputusasaan, kemarahan dan kekecewaan. Itu buntutnya memang panjang dan berat. Dengan alasan bahwa Amanda perlu beristirahat, Prof. Guntur, sang psikolog lantas meninggalkannya terlebih dulu. Dengan tertatih karena sang psikolog harus menggunakan tongkat tiga kaki, ia membawa Jahn ke ruang lain untuk melakukan konseling yang terpisah. * “T

