Buka Mulutmu, Sayang

1171 Kata

“Nggak koq.” “Bo’ong ah.” “Emang menurut Cyndi, Daddy itu marah kenapa?” “Marah karena Cyndi nggak nurut,” suara Cyndi kini terbata-bata. “Nggak mau ngikutin apa yang Daddy mau waktu terakhir di hotel. Iya kan?” “Cindy…”                                                                                                                 “Jawab jujur deh.” Cyndi bisa mendengar Togap sedang menarik nafas panjang di ujung telpon. “Sebetulnya iya sih. Daddy kecewa.” “Nah lebih baik gitu. Jujur,” ujar Cyndi dengan nada setengah galak. “Ya udah, kita ketemu lagi hari ini jam 11 di tempat biasa.” “Tapi… Daddy nanti gimana?” Cyndi mengerti maksud ucapan itu. “Daddy pasti dibikin puas koq. Jangan kuatir.” “Maksud Daddy… diizinkan apa nggak nih?” Togap merendahkan suara. “Diizinkan gak untuk cro

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN