Clarice sudah tiba dan masuk ke dalam kamarnya. Sesaat setelah melepas sepatu dan kaos kaki, ia langsung memasuki kamar. Namun Narto yang mengikuti langsung menyelinap persis ketika pintu sedang mengayun untuk tertutup. Clarice yang terkaget langsung disumpal Narto dengan ciuman hangat. Clarice membalas dengan tak kalah hangat ciuman kekasihnya. “Bikin kaget saja!” cetus Clarice sambil mendorong tubuh Narto sesetelah ciumannya terlepas. “Sori ya tadi gak bisa jemput di sekolah.” “Iya, iya, kamu kan sudah kachakan ke aku. Sudah minta maaf juga. It’s OK. Bagaimana urusan dengan Papa. Apakah sudah finished?” “Sudah. Sudah finish,” kata Narto sambil duduk di kursi. Ia mengamati dengan gairah ketika Clarice d

