Pacar Penurut

1316 Kata

Rokib meminta waktu untuk bertemu dengan Narto. Mulanya Narto berpikir hanya untuk membicarakan hal rutin. Tapi ketika ia menemui Rokib di tempat biasa, ternyata Rokib tidak jualan hari itu. Gerobaknya tidak ada. Hanya ada Rokib menunggu di bawah pohon asem di waktu yang telah disepakati. Narto jadi langsung tahu bahwa topik yang akan dibahas pastinya sangat penting. “Nggak jualan, Kib?” Rokib menggeleng. “Nggak. soalnya ada yang penting banget yang gue mau omongin.” Melihat cara bicara Rokib yang sangat serius, Narto langsung menyimak baik-baik. “Lu inget Mbah Dobleh kan?”              “Masih. Yang katanya dukun sakti mandraguna. Hehehe…”              “Lu jangan ketawa, To. Dia itu emang dukun sakti.”              “Koq lu tau?”              “Gue yang undang dia ke sini.”         

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN