Mendadak Chiqita tersentak bangun dari ranjang. "Kenapa lo?" tegur Xena heran. "Kayak ada yang manggil gue.." "Mungkin kerjaan jabang bayi lo," sahut Xena cuek, "atau bayi besar lo." Pasti yang terakhir dimaksudnya adalah Bebi. Chiqita merasa mungkin Bebi sedang membatinnya. Tapi, tak mungkin bocah itu mencarinya. Buktinya dia menandatangani surat cerai mereka! Chiqita menghela napas panjang, matanya nampak sembap kebanyakan menangis dan kuyu tanpa semangat hidup. Xena menatapnya prihatin. Chiqita bukan lagi sohib jalangnya yang egois dan sesukanya lagi. Dia jadi rapuh. "Chi, mungkin lo butuh refreshing. Pergilah berlibur," saran Xena. "Tapi kerjaan gue..." "Setelah proyek besar kita kelar, rasanya udah gak ada kerjaan yang urgent lagi. Gue bisa handle, Chi. Saat ini yang

