Zaidan lagi-lagi menemukan adiknya di kantornya. "Mau apa kamu?" tegurnya datar. "Bebi mau nginap, Bang." Adiknya menyahut dengan wajah galau abis. Zaidan bisa menduga, jangan-jangan Bebi sedang ribut dengan bininya. "Minggat lagi?" sindir Zaidan. Bebi mengangguk dengan polosnya, "Bebi takut dimasukin lubang." Zaidan mengernyitkan dahi heran. "Lubang apa? Apa istri kamu sering menyiksamu, Dek?" Bebi menggeleng cepat, "Tante Chiki baek. Dia sayang Bebi. Bebi sering ditidurin dan disusuin." Mendengar perkataan semesum itu diucapkan secara lugu, membuat Zaidan geleng-geleng kepala. "Kalau seperti itu sih bisa membuatmu dimasukkan lubang neraka, Dek!" Bebi membelalak ngeri. "Benaran, Bang?" Zaidan tak berani menggoda lebih jauh, adiknya masih terlalu polos. Ia khawatir Bebi

