BAB 18

1861 Kata

Pukul dua dini hari. Asrama sudah benar-benar sunyi. Arka dan Nathan telah tertidur di tempat masing-masing, sementara Alden yang sebelumnya juga sudah mematikan laptopnya tiba-tiba terbangun karena merasa haus. Ia meraih botol air di samping tempat tidur dan meneguk beberapa teguk. Setelah meletakkannya kembali, Alden hendak berbaring ketika pandangannya tanpa sengaja beralih ke tempat tidur di seberang. Kosong. Alden mengernyit. Selimut di atas kasur masih berantakan, tetapi Sakaya tidak ada di sana. Ia menoleh ke arah kamar mandi. Pintu kamar mandi terbuka dan lampunya mati. Alden duduk perlahan. Tatapannya kembali menyapu kamar. Tas Sakaya masih berada di samping tempat tidur. Sepatu yang tadi ia lepaskan juga masih tersimpan di bawah kasur. Alden melirik jam di meja. “Jam du

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN