JIO POV
Seharian ini aku tidak bisa berhenti memikirkan Sandra. Aku takut jika Ghea dan Rafael melukai Sandra. Aku langsung menelfon Sandra dan menanyakan keadaannya tetapi ia sangat ketus menjawab telfonku sehingga membuatku kesal.
" Sandra, apa kau baik - baik saja?"
" Mengapa kau menanyakan keadaanku? Bukannya kau suka membuat hidupku tersiksa?"
" Mengapa kau sangat ketus menjawab telfonku? Kalau kau tidak suka aku menelfon, katakan saja!"
Sandra mematikan telfon dan membuatku sangat kesal terhadapnya. Aku mencoba menghubunginya tetapi tidak di angkatnya.
Akhirnya aku memutuskan menyuruh anak buahku untuk mengawasi Sandra di rumah selama aku berada di kantor.
" Jerry, tolong awasi istriku. Jika kau menemukan sesuatu yang mencurigakan, segera hubungi aku"
" Baik Tuan, saya laksanakan tugas dari anda"
" Ya sudah, kau cepat berangkat. Jika kau sudah sampai, kabari aku"
" Baik Tuan. Saya pergi dulu"
Setidaknya ada Jerry yang mengawasi Sandra selama aku berada di kantor dan anak - anakku tidak akan berani untuk menyakiti Sandra.
***
SANDRA POV
Rasanya sangat membosankan berada di dalam rumah. Hampir dua minggu aku tidak menghubungi Nico karena Jio menyita ponselku sehingga aku tidak bisa menghubungi siapapun.
Tidak beberapa lama datang seorang pria ke rumah. Aku merasa jika pria ini adalah orang suruhan Jio.
" Permisi, ibu Sandra. Saya di tugaskan Tuan Jio untuk mengawasi anda"
" Aku tidak perlu di awasi karena aku bukan tawanan!"
" Maaf ibu Sandra, saya hanya menjalankan perintah"
Tiba - tiba Ghea dan Rafael datang menghampiri kami. Mereka terlihat penasaran dengan sosok pria yang berada di depanku.
" Siapa kau?"
" Perkenalkan saya Jerry. Saya di tugaskan oleh ayah anda untuk mengawasi ibu anda"
" Asal kau tau, wanita ini bukan ibu kami! Dia hanyalah wanita licik yang menginginkan harta ayah kami"
Aku sangat kesal dengan perkataan Ghea yang menyudutkanku. Tiba - tiba Andrea datang dan ia membelaku.
" Kakak jangan berkata kasar kepadanya. Suatu saat nanti dia akan menjadi ibu kita untuk selamanya"
" Anak kecil tidak usah ikut campur! Kau tidak mengerti apa - apa jadi sebaiknya kau diam saja!"
" Benar kata kak Ghea! Sebaiknya kau tidak usah membela perempuan ini! Dia tidak pantas menjadi ibu kita!"
Aku langsung pergi meninggalkan mereka sambil menahan tangis. Aku tidak kuat mendengar hinaan mereka kepadaku.
***
NICO POV
Sudah dua minggu Sandra tidak menghubungiku. Aku baru tau dari Frans jika suami Sandra membawa Sandra pulang ke rumah.
" Frans, apa kau tau dimana Sandra?"
" Sebaiknya kau tidak usah mencarinya"
" Kenapa begitu? Apa ada yang salah dengan Sandra?"
" Kau tau, dua minggu yang lalu aku baru tau jika Sandra memiliki suami dan Suaminya menyuruhku untuk menjauhi Sandra."
" Jadi sekarang Sandra bersama suaminya?"
" Betul sekali, aku melihat suaminya begitu kasar terhadapnya. Aku tidak tega melihatnya menderita memiliki suami temperamental seperti itu."
Aku sangat murka terhadap Jio yang telah membawa Sandra pulang ke rumahnya. Gara - gara Jio, rencanaku gagal untuk mendapatkan harta si pria tua itu.
" Baiklah kalau begitu, aku pergi dulu"
Akhirnya aku memutuskan untuk pergi ke rumah Jio. Saat aku tiba di rumahnya, banyak pengawal yang berjaga di lingkungan rumahnya.
Aku agak kesulitan untuk menyelinap masuk ke dalam rumah karena banyak terpasang CCTV di setiap sudut rumah.
Tiba - tiba aku melihat Sandra yang berada di balkon dan dia sepertinya melihat ke arahku dan aku membuatnya sangat terkejut dengan kedatanganku.