Kanya duduk di tepian lapangan tenis, ramai tapi serasa sendirian. Tidak ada yang bercengkrama satu sama lain. Zaman memang sudah banyak berubah, teknologi mempermudah banyak hal, tetapi juga merubah banyak hal. Contohnya kehidupan sosial menjadi media sosial. Ponsel telah banyak meracuni seseorang, menjauhkan kita dari dunia nyata menuju maya. Mata Kanya tak pernah berhenti menyisir adik-adiknya. Sesekali menghela napas karena merasa sendirian di dunia nyata, sementara mereka merasa ramai di dunia maya. Bisa tertawa, bahkan ada yang cemberut di depan layar ponselnya. Si ajaib dunia baru yang mungil. Sela latihan baris-berbaris hanya digunakan untuk bermain ponsel. Berbeda dengan tahunnya dulu yang lebih memilih membentuk lingkaran kemudian saling mencurahkan perasaan. Tertawa bersama, m

