Part 6. New Job

764 Kata
Hari pertama Cua... Dani dan Cua masuk dihari pertama. Tepat pukul 08.00 waktu Jakarta. On time, kata-kata itu yang terus ditanamkan oleh Cua dalam dirinya. Walau tadi pagi berdebat panjang dengan Dani, Cua merasa hari ini dia harus propesional dengan dunia barunya. "Eeeeh... gue ke ruangan Papi dulu yah, ntar gue susul lo ke ruangan yang telah disiapkan bu Liberty." Dani berpisah dari Cua, menuju ruangan Papinya. Sementara Cua, menemui HRD, dipimpin bu Liberty. "Pagi bu." senyum Cua ramah saat masuk ke ruangan bu Liberty. "Ya..." Bu Liberty menatap Cua. "Ada yang bisa saya bantu?" tanya bu Liberty ramah. "Saya Cua, saya di minta Pak Hartono untuk menermui ibu pagi ini." senyumnya. "Ooooh ya, kamu temennya Dani yah?" senyum bu Liberty ramah. "Ya bu." Cua masih berdiri. "Duduklah, saya sedang menyiapkan Id Card dan surat kontrak kerja." Bu Liberty kembali menatap komputernya. Cua duduk dihadapan bu Liberty, melihat sisi ruangannya. "Kamu kenal Dani dimana?" tanya Liberty tanpa menatap. "Hmmm... kebetulan saya satu kampus dengan Dani." senyum Cua. "Oooh... pacar?" tanya Liberty. "Bukan bu, hanya teman." jelas Cua. "Eeeehhhmmm... emang jurusan kamu apa?" lirik Liberty. "Hmmm... saya di bisnis bu, Dani media." jawab Cua. "Ooooh... ya." Liberty membulatkan bibirnya, jemarinya masih terus melanjutkan ketikannya. "Hmmm." Cua terdiam menunggu Liberty menyelesaikan berkasnya. "Ehmmm... oke... ni udah beres. Anjani Cua Kim." senyum Liberty memberikan kontraknya. Cua menatap berkas yang ada dihadapannya. "Kamu China yah?" senyum Liberty lagi. "Hmmm... keturunan bu, bukan asli China." tutur Cua sopan. "Pantes cantik, dan Dani tertarik sama kamu." bisiknya. "Ehmmm... nggak bu, saya normal, wanita biasa, mahasiswa yang mencoba peruntungan di metropolitan." kekehnya. "Yaaaah... semoga kamu beruntung." Liberty memberikan pulpennya pada Cua. Cua membaca semua kontrak kerjaannya, kemudian menandatangani berkas dihadapannya. Liberty membawa Cua keliling ruangan mengenalkan dengan karyawan lainnya, berakhir di ruangan promosi. "Naaaah... ini ruangan kamu, dan ini Id kamu." Liberty membuka tirai ruangan Cua. "Ini meja kamu, dan ini meja Dani, ini kunci mobil operasional, bisa kamu bawa sendiri, jika butuh sopir, silahkan hubungi security dibawah." jelas Liberty dengan baik. "Baik bu, terimakasih sudah memperlakukan saya sangat baik." Cua menunduk tanda hormat. "Satu lagi, panggil mba aja, jangan ibu, saya belum menikah." kekeh Liberty. "Oooh... iya mba, maaf." senyum Cua. "Oke, saya tinggal yah, nanti time makan siang OB akan memberikan catering pada kamu dan Dani." senyum Liberty sambil berlalu. Cua menutup pintu ruangannya. Berteriak senang bahagia. "Yeeeezzz... aku kerja... kerja, kerja, hmmm... pasti mama dan papa senang dengan dunia baru ku." batinnya menuju kursi empuk ruangan. Menatap laptop yang sudah disiapkan di mejanya, 'hmmm... Apple.... luar biasa, tajir bener.' kekehnya bahagia. "Napa lo senyam senyum." Dani membuka pintu tanpa mengetuk. "Nggak apa-apa." senyum Cua gugup menatap Dani. "Ni hp dari papi, untuk promosi kita, mulai hari ini, kita akan bekerja sama, mengurus semua laporan dari hotel kita." tegas Dani. "Hp apa ni?" Cua membolak balikkan hp canggih pemberian Hartono. "Hp kerja lo lah, emang lo pikir hp apa lagi?" ucap Dani dingin. "Hmmm... iya, makasih." tunduk Cua. Hari pertama Cua dan Dani di ruangannya, hanya diam sibuk dengan pekerjaan laporan yang masuk di email perusahaan. Sangat membingungkan bagi Cua. Beberapa kali Cua memijit pelipisnya, 'ternyata kerja ni lebih pusing dari kuliah.' batin Cua. "Ada kesulitan, lo ngomong aja, Sinta akan membantu kita, karena dia masih di luar." jelas Dani. "Sinta siapa.?" tanya Cua. "Sinta orang promosi khusus luar kota, ruangannya disebelah kita, dia akan membantu, emailnya masuk tuh." jelas Dani. "Ooooh.... oke." senyum Cua. Drrrrt.... drrrrt.... 'Mama.' bisik Cua. "Halo Ma." jawab Cua. "Mama akan ke Bandung mengunjungi Tanser, kamu nyusul kita yah?" pinta mama Cua. "Hmmmm... when??" tanya Cua dengan wajah kurang bersahabat jika mendengar nama Tanser abang satu-satunya. "Besok, tapi mama langsung ke Bandung yah." jelas mama. "Ya ma, kabari saja jika sudah berangkat." pinta Cua. "Kamu sehat kan? bagaimana kuliah kamu?" Mama bertanya kembali. "Sehat ma, kuliah yaaah... lancar aja." jelasnya. "Ya lah, mama masih di rumah akong, nanti mama kabari lagi yah nak." mama menutup telfonnya. Kembali Cua memijat pelipisnya, meletakkan hp diatas meja. Dani mendengar dan melihat gerakan Cua merasa penasaran. "Kenapa lo?" tanya Dani tanpa menatap. "Hmmm... mama ku mau ke Bandung, mengunjungi abang aku." jelasnya. "Oooh... kamu punya abang?" senyum Dani. "Ya... one brother." jelas Cua. "Kuliah, kerja?" tanya Dani penasaran. "Kuliah di ARS Internasional." senyumnya. "Hmmmm... keluarga lo tajir yah.? Lo kuliah di UPH, abang lo di ARS, bokap lo pengusaha?" Dani tersenyum. "Papa tuh karyawan, mama ngelajutin usaha akong." jelas Cua. "Hmmm... pantes... ternyata orang kaya daerah." kekeh Dani. "Biasa aja seeeh... keluarga ku sederhana, nggak kaya raya seperti keluarga kamu." senyumnya.. "Oooh..." Dani membulat kan mulutnya, melanjutkan pekerjaannya.***
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN