EXTRA PART 3 “Mah, Pah!” Fernand kecil menatap kedua orang tuanya yang tengah sarapan bergantian, wajah polosnya yang amat mirip campuran ala Fauzan dan Wafa menatap sendu mereka. “Temen-temen aku ....” Bocah kecil itu menggantung kalimatnya. “Kenapa temen-temen kamu, Sayang? Ngejek kamu? Nakalin kamu?” tanya Wafa khawatir, rasa seorang ibu yang kuat dan masih memikirkan masa lalunya. Fauzan menghela napas dan geleng-geleng kepala, ditahannya Wafa yang siap mengintrogasi lebih jauh. Fernand menggeleng. Bocah berusia empat tahun itu merengutkan bibirnya. “Temen aku ada yang punya adek, lucu banget. Aku mau adek, kapan aku dapet adek?” Mendengar pertanyaan itu, Wafa melingkarkan mata sempurna. Ditolehnya ke arah Fauzan, pria itu menyeringai dengan sebelah alis naik. “Kapan, Mah? Pah?”

